Menikmati
Seni Sego Kucing “House Of Raminten”
Unik,
yah… inilah salah satu kata yang tepat untuk mengambarkan tempat
ini, apakah ini sebuah Restaurant, Cafe, ataukah ini Angkringan..??
Siang
ini sembari saya menikmati “Susu Perawan Tancep”, benar
ini adalah salah satu minuman yang dihidangkan di sini adalah
perpaduan antara secang, susu dan rempah yang enggan dijelaskan
karena kerahasiaan-nya, merupakan “House Of Raminten”
Restaurant yang menyediakan berbagai menu yang mudah di dengar hingga
yang membuat lidah-pun susah untuk menyebut namanya.., mulai dari
yang berharga merakyat hingga wakil rakyat..
Mas Firman, salah seorang juru masak di sini,
sambil terkekeh menyebutkan, “setiap sekitar pukul 08.45 anak-anak
SD menyambangi tempat ini untuk jajan”. ternyata, dengan kebiasaan
“kempruwek”-nya, mereka berebut untuk mendapatkan Sego Kucing,
bagaimana tidak..? menu ini hanya dipatok harga 1000 rupiah.. tidak
ada perbedaan dengan angkringan pinggir jalan.. pantas saja anak-anak
SD ini tidak enggan jajan di Resto, hehe..
Bersama
mas Edo, salah seorang bartender, mas firman menjelaskan pertanyaan
Saya, Siapakah Ibu Raminten..?, Ternyata, Raminten sosok wanita
cantik bepakaian Jawa yang berpawakan sekitar 50 tahun, adalah
seorang lelaki yang tidak lain adalah pemilik Resto yang merupakan
cabang ketiga dari 2 cabang pendahulunya ini..,adalah beliau Bapak
Hamzah model sekaligus pencetus ide ini. Kata mas Edo, ini untuk
menarik pelanggan, dan ini karena beliau orang seni, karena seni
tidak ada batasnya, “kata mas Firman”
Beralamatkan
Jl. Magelang KM. 9 (Mlati) Sleman, Yogyakarta Restaurant
ini-pun menghadirkan konsep yang begitu mengangkat kebudayaan Jawa,
Jogja Untuk khususnya, para pelayan menhadirkan masakan pesanan
dengan memakai batik yang dibalutkan tidak simetris mulai pinggang
hingga di bawah lutut, begitu menambah eksotisme tempat ini,
Di
tengah asiknya perbincangan kami, mas Edo menambahkan kami juga
memproduksi berbagai coklat kemasan olahan kami, sambil menunjukan
aneka coklat yang dipamerkan di meja kasir seolah menyodorkan untuk
saya agar segera meliputnya,
Ada
berbagai varian coklat di sini, diantaranya Raminten Coklat Batik
Pepaya, Kacang, Mangga dan Nanas, mas Edo membubuhkan adalah coklat
yang di tambahkan irisan-irisan buah tersebut sesuai rasanya, ia juga
menambahkan adanya “Bir” yang berbahan dasarkan teh, yaitu teh
racikan dengan berbagai rempah yang dikocok atau diblender hingga
menghasilkan busa yang menambah kenikmatan-nya.
Seakan
tidak ingin hal ini luput dari bidikan kami, mas firman mengimbuhkan,
ada salah satu teh yang sangat digemari oleh Sultan, orang nomor satu
di kerajaan Martaram Islam dan di Daerah Istimewa Yogyakarta ini,
beliau sangat menggemari Teh secang yang merupakan racikan rahasia
yang dihadirkan oleh “House Of Raminten” teh ini telah dikemas
dalam kemasan yang memudahkan untuk penikmat membawanya ke kediaman
untuk dinikmati bersama keluarga, ada berbagai varian teh yang
disediakan di sini, diantaranya teh Purwoceng, Uwuh, Pauwan dan
Secang yang kesemua itu adalah produk tanpa bahan pengawet
“imbuhnya”.
Sangat
disayangkan jika saat anda berkunjung ke Yogyakarta, anda melewatkan
yang satu ini, terdapat 3 cabang yang terserak di Yogyakarta, di Kota
Baru, Kali Urang dan Mlati tentunya., dengan varian harga dan
hidangan yang disajikan adalah kepuasan bagi anda untuk mengindahkan
Restaurant ini.
Kenikmatan,
Seni, Kreatifitas semua ada di tempat ini, selamat menikmati dan
sampai jumpa di kota Yogyakarta.Joko Saputro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar