Senin, 25 Maret 2013

Menikmati Seni Sego Kucing “House Of Raminten”


Menikmati Seni Sego Kucing “House Of Raminten”
Unik, yah… inilah salah satu kata yang tepat untuk mengambarkan tempat ini, apakah ini sebuah Restaurant, Cafe, ataukah ini Angkringan..??
Siang ini sembari saya menikmati “Susu Perawan Tancep”, benar ini adalah salah satu minuman yang dihidangkan di sini adalah perpaduan antara secang, susu dan rempah yang enggan dijelaskan karena kerahasiaan-nya, merupakan “House Of Raminten” Restaurant yang menyediakan berbagai menu yang mudah di dengar hingga yang membuat lidah-pun susah untuk menyebut namanya.., mulai dari yang berharga merakyat hingga wakil rakyat..
Mas Firman, salah seorang juru masak di sini, sambil terkekeh menyebutkan, “setiap sekitar pukul 08.45 anak-anak SD menyambangi tempat ini untuk jajan”. ternyata, dengan kebiasaan “kempruwek”-nya, mereka berebut untuk mendapatkan Sego Kucing, bagaimana tidak..? menu ini hanya dipatok harga 1000 rupiah.. tidak ada perbedaan dengan angkringan pinggir jalan.. pantas saja anak-anak SD ini tidak enggan jajan di Resto, hehe..
Bersama mas Edo, salah seorang bartender, mas firman menjelaskan pertanyaan Saya, Siapakah Ibu Raminten..?, Ternyata, Raminten sosok wanita cantik bepakaian Jawa yang berpawakan sekitar 50 tahun, adalah seorang lelaki yang tidak lain adalah pemilik Resto yang merupakan cabang ketiga dari 2 cabang pendahulunya ini..,adalah beliau Bapak Hamzah model sekaligus pencetus ide ini. Kata mas Edo, ini untuk menarik pelanggan, dan ini karena beliau orang seni, karena seni tidak ada batasnya, “kata mas Firman”
Beralamatkan Jl. Magelang KM. 9 (Mlati) Sleman, Yogyakarta Restaurant ini-pun menghadirkan konsep yang begitu mengangkat kebudayaan Jawa, Jogja Untuk khususnya, para pelayan menhadirkan masakan pesanan dengan memakai batik yang dibalutkan tidak simetris mulai pinggang hingga di bawah lutut, begitu menambah eksotisme tempat ini,
Di tengah asiknya perbincangan kami, mas Edo menambahkan kami juga memproduksi berbagai coklat kemasan olahan kami, sambil menunjukan aneka coklat yang dipamerkan di meja kasir seolah menyodorkan untuk saya agar segera meliputnya,
Ada berbagai varian coklat di sini, diantaranya Raminten Coklat Batik Pepaya, Kacang, Mangga dan Nanas, mas Edo membubuhkan adalah coklat yang di tambahkan irisan-irisan buah tersebut sesuai rasanya, ia juga menambahkan adanya “Bir” yang berbahan dasarkan teh, yaitu teh racikan dengan berbagai rempah yang dikocok atau diblender hingga menghasilkan busa yang menambah kenikmatan-nya.
Seakan tidak ingin hal ini luput dari bidikan kami, mas firman mengimbuhkan, ada salah satu teh yang sangat digemari oleh Sultan, orang nomor satu di kerajaan Martaram Islam dan di Daerah Istimewa Yogyakarta ini, beliau sangat menggemari Teh secang yang merupakan racikan rahasia yang dihadirkan oleh “House Of Raminten” teh ini telah dikemas dalam kemasan yang memudahkan untuk penikmat membawanya ke kediaman untuk dinikmati bersama keluarga, ada berbagai varian teh yang disediakan di sini, diantaranya teh Purwoceng, Uwuh, Pauwan dan Secang yang kesemua itu adalah produk tanpa bahan pengawet “imbuhnya”.
Sangat disayangkan jika saat anda berkunjung ke Yogyakarta, anda melewatkan yang satu ini, terdapat 3 cabang yang terserak di Yogyakarta, di Kota Baru, Kali Urang dan Mlati tentunya., dengan varian harga dan hidangan yang disajikan adalah kepuasan bagi anda untuk mengindahkan Restaurant ini.
Kenikmatan, Seni, Kreatifitas semua ada di tempat ini, selamat menikmati dan sampai jumpa di kota Yogyakarta.Joko Saputro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar